Mengapa harus menggunakan Grup Pengetahuan?
Dalam kolaborasi sehari-hari, perusahaan dan organisasi biasanya mengelola pengetahuan berdasarkan dimensi tim. Sejumlah besar dokumen yang dihasilkan dalam prosesnya terakumulasi di Knowledge Base, tetapi Knowledge Base yang berbeda selama ini kurang terhubung satu sama lain. Setiap Knowledge Base bagaikan silo informasi tersendiri, sehingga pengetahuan di dalam organisasi tidak dapat bersirkulasi secara efisien. Beberapa masalah yang umum terjadi antara lain:
Untuk mengatasi masalah di atas, melalui bentuk “grup”, Knowledge Base dihubungkan dengan Knowledge Base lain serta dengan anggota tim. Cara ini mengatasi silo informasi, menata pengelolaan pengetahuan, dan membangun budaya tim, agar pengetahuan dapat bersirkulasi secara efisien di dalam perusahaan dan organisasi.
Apa yang dapat dibantu oleh Grup Pengetahuan?
Melalui arsitektur informasi tiga lapis “grup–Knowledge Base–dokumen”, Anda dapat sekaligus memenuhi kebutuhan pengelolaan pengetahuan pada skenario inti seperti pembuatan konten, kolaborasi tim, serta pembangunan pengetahuan dan budaya organisasi bagi karyawan perusahaan. Dengan menjadikan “grup” pengetahuan sebagai poros, akumulasi pengetahuan dan pengalaman karyawan pun terdorong, sehingga produktivitas organisasi meningkat. Kemajuan organisasi lalu mendukung kembali pertumbuhan individu dan membantu membentuk budaya “organisasi pembelajar” di dalam perusahaan.Fitur unggulan Grup Pengetahuan
Mendukung pembuatan berbagai tipe grup
Saat membuat Grup Pengetahuan, Anda dapat memilih salah satu dari empat tipe sesuai kebutuhan: kosong, departemen, grup proyek, dan grup minat, untuk mengelola pengetahuan berbagai tipe organisasi secara efisien:- Grup kosong: cocok untuk berbagai tipe tim, dapat dibuat dengan cepat, dan tidak memiliki Knowledge Base bawaan;
- Departemen: cocok untuk departemen, dilengkapi Knowledge Base bawaan berupa Perkenalan Tim, Panduan Pendatang Baru, Rapat Departemen, dan Pengelolaan Tujuan. Grup departemen harus diikat dengan sebuah departemen, dan hanya dapat mengikat satu departemen;
- Grup proyek: cocok untuk tim proyek, dilengkapi Knowledge Base bawaan berupa Rencana Proyek, Anggota Proyek, Serah Terima Proyek, dan Pelaksanaan Proyek;
- Grup minat: cocok untuk tim dengan hobi dan minat yang sama, seperti musik, olahraga, perjalanan, dan fotografi, dilengkapi Knowledge Base bawaan berupa Pengelolaan Aktivitas, Perkenalan Grup, Berbagi Minat, dan Panduan Pendatang Baru.